Jumat, 17 Oktober 2014


BIDADARI
(Maharani Rani)
Seandainyabungadapatmenjadiwakilhatikusaatini, pastilahdialayu.Seandainyabulan yang berbicara, pastisaatinidiasedangtertutupbumidarimatahari. Dan seandainyabintang yang bercerita, mungkinsaatiniadalahsiNGDnmenghLngisinarnyauntukmenyinariku.
            AkuEmbun. Begitulahmerekamemanggilku.Akusukadengannamaitu, sejukdidengar. Ah lupakan! Akuadalahgadisusia 22 tahun yang sampaisaatinimasihmencarisesuatu. Mencarisesuatu yang masihmenjaditekatekidalamsetiaplamunanku.”Apakahbidadariitunyata?” kedengarannyaanehuntukgadisseusiakumemikirkanitu, tapi rasa penasaranku yang memuncakselalumembuatkuinginmencarijawabandaripertanyaankuitu.
“Umiapakahbidadariituada?”
“Abiapakahbidadariituada?”merekahanyatersenyum.
Harikusemakinsesak, dipenuhidenganpertanyaan yang samadansemakinmenggunung. Akuberlarihingga kaki kakikecilkutakdapatlagimelangkah, menghantarkanku di bawahgubuk di tengahtengahhamparanpadi yang siangituikutmenyapaku.Akuhanyatermenungdanmenatapkeatasbukitjauhnanelok.
“Naknak, ngapainsiangsiangbegini di tengahsawahsendirian?” Tanya bapaktani yang lewat
“Berteduhsajakokpak….” Jawabkusedikitmempersembahkansenyumkuuntuknya
“Yasudah, bapakduluanyanak”
“Iyapak…” Kembalikutersenyum.
Aku pun kembalipadalamunankusambilbertanya Tanya padahati.
“Apakahbidadariitunyata?”
“Temantemanlihatadapelangi…!”
“Pastiadabidadari yang turundarilangit”
“Eh, bidadariitusepertiapasih?”
“Merekacantik”
“Akujadiinginbertemubidadari”
“Bidadari??!!” akutersentakmendengarteriakanteriakananakkecilitu yang menyambutpelangi yang sianginisengajakeluarmengiringikepergian sang hujan. “Ada bidadari??!!” batinkuterusberdebatdenganjawabanjawabanitu.Akuterusmemikirkanitu.Sepanjangperjalananitusaja yang selalumelintas di pikiranku.Masihterngiangngiang di pikirankutentangteriakanteriakananakanakitu.
“Embun, darimana?Koksendirian?”Tanya Wati di persimpangan.
Akumasihmemikirkanitu. Dan….. akubenarbenartakmendengarsapaannya.
“Embun…!!”sambilmencubitku.
“Astaghfirullah… wati, kenapakamumencubitku?” tanyakukesakitan.
“Sayatadi Tanya embun, kamudarimana?”
“Hmm…anu… darisawahwat, hhmm..sayapulangduluanyawati. Udah di tungguumidirumah.Assalamualaikum”
“Yaudahdeh, hatihati.Walaikumsalam”
Sesampai di rumah
“Assalamulaikumumi, maafkesorean” sambilmenciumtanganumi.
“Tidakapaapaembun, umisudahberesberesrumahkok” jawabumiseketika.
“Maafyaumi ,itukantugasnyaembun. Besokbesokbiarembunsaja yang beresberes.”Sambilmemelukumi.Akumerasabersalah
“Allahuakbarallahuakbar” suara azan memecahkanheningnyasuaraku di tengahtengahkeramaiandesa nan asri. Aku pun bergegaske masjid.Sepoisepoianginsenjamengantarkankumelangkahke masjid.Suaraindahitumembuatbulubulukumerinding di buatnya, membuatkupenasaran.
“Assalaulaikumwr.Wb.”Pak ustadmemberisambutansetelahselesaishalat.Sambutanberlangsungdengankhidmad.Acara seminar di mulai.
“Assalamulaikumwr.Wb.”Seorangpemudaberparastampandantetapsederhanamemberisalamkepada kami semua. “Sebelumnya, sayaperkenalkandirinamasayaLintangusiasaya 23 tahun.”
”Ohh..namanyalintang. Diakan yang azan tadi..?? Humm..tampan, tapiapakahdiashaleh?” tanyakudalamhati. Semuamateritelahdisampaikannya.Acara pun usai.Aku pun bersiapsiapmendirikanshalatisya’ berjamaah.Dan setelahituaku pun bergegaspulang.
“Assalamualaikum…” Jantungkuberdetakkencang, suarainisepertisuara orang yang berceritatadi. “Walaikumsalam..”jawabkuakutertundukmalu, takberanimenatapwajahnya. “Abiadaenggak?” tanyanya. “Ada kokdirumah”
Aku pun bergegaspulang.Tidak lama kemudian….
“Assalamulaikum”
“Walaikumsalam” jawababi.Ternyata mas Lintang.
“Silahkanduduknak”.Akuterkejutdengankedatanganmaslintang. Aku pun segeramengambil air minumuntukmaslintang.
“Embun, sinilahduduk di sebelahabi.”Akukaget, hamper sajakumenjatuhkanminumannya, aku pun duduk di sebelahabi”
“Lintanginginmengkhatibmu, apakahkamubersedia?”Tanya abispontan.
Haahh..akutidakmenyangkadenganapa yang dikatakanabi. Akutertundukmalu, badankukaku.
“Berikanembunwaktuabi”.
“Baiklah, sayaakanberikanwaktu” lintangmencobamengerti.Akuistikhorohmencarijawabannya.
Sejuknyaanginsurgameneroboscelahcelahdindingkamarku.Menyapuseluruhpengapnyaruangsempitini.“SudahSubuh” gumamku.Akuterbangundanmenujukamarmandiuntukmengambil air wudhu.Shalatsubuh pun selesaikukerjakan.Aku pun menyelesaikantugasrumahkudansemua pun beres.Sambilmenungguumiselesaimandiaku pun menyiapkansarapanuntukumidanabi.Saatnyamandi.Semuatelahrapi, bersihdanharum.
“Embunsebentarlagi mas lintangmaudatang, kamusiapsiapya..”Ya Allah..bagaimanaini.?
“Assalamualaikum”
“Walaikumsalam” jawab kami kompakdaridalamrumah
“Silahkanduduknak”
Obrolanpembuka pun lancardisuguhkanumidanabiku.Akududuk di sebelahumi.
“BagaimnaEmbun??” Akudiamseribu kata, akutertunduk, akumalu, akubimbang.Namun Allah memberitahukubahwadiajodohku. “Bismillah, embunmauumiabi..”Akumerasalega.
Haripernikahankusecepatmungkindilangsungkan. Dan hariiniadalahtepatdimanaakudiserahkanpadamaslintang.
“Bidadariitunyata di dunianak..yaituKamu, yang saatinimenjadiBidadarinyaLintang” kata umiabiku.


“TAMAT”